Pages

New Posts

Recent Posts Widget

Monday, June 22, 2015

Memilih Jenis Kelamin ( Program Gender ) Bayi Secara Alami

program gender anak memilih jenis kelamin laki laki atau perempuan
Anak adalah anugerah, pemberian, titipan, dan amanah dari Sang Pencipta. Memiliki anak berarti memiliki tanggungjawab moral dan materil, dunia dan akhirat. Apapun jenis kelamin bayi yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta wajib disyukuri dan diterima dengan senang hati. Meskipun ada juga orang tua yang mendambakan memiliki keturunan dengan jenis kelamin tertentu. Beberapa tahun terakhir para ahli mencari cara untuk memilih jenis kelamin bayi. Berikut rangkaian informasi yang berhasil wangibayi.blogspot.com himpun dan rangkum dari berbagai sumber. 


Perjalanan sperma ke sel telur

Proses terbentuknya bayi dimulai dengan terjadinya pembuahan, yaitu bertemunya inti sel sperma dengan inti sel telur.

Sel sperma adalah benih dari ayah. Sperma membawa kromosom (pembawa gen) X dan Y. kromosom X membawa gen laki laki dan kromosom Y membawa gen perempuan. Dalam tiap hubungan intim, sang ayah mampu memproduksi puluhan bahkan ratusan juta sperma yang tiap-tiap sperma membawa hanya kromosom X saja atau hanya kromosom Y saja. Sperma dengan kromosom Y lebih ringan dan bergerak lebih cepat meskipun masa hidupnya lebih singkat. Sperma dengan kromosom X bergerak lebih lambat namun masa hidupnya lebih panjang.

Sel telur adalah bibit dari ibu. Sel telur sudah dibawa oleh perempuan sejak lahir, namun baru matang dan dilepaskan satu per satu dimulai saat dewasa. Sel telur yang tidak dibuahi akan mati dan luluh keluar dari tubuh dalam bentuk menstruasi. Dalam usahanya menjaga diri, sel telur memiliki dinding sel (semacam lapisan pelindung) yang mampu membunuh zat asing yang masuk termasuk sperma. Saat satu sel sperma berhasil mencapai inti sel telur, maka sel sperma lainnya tidak lagi dapat membuahi sel telur yang sama.

Berikut link video perjalanan sperma ke sel telur:
video perjalanan sperma ke ovum


Masa subur / ovulasi

Masa subur ibu adalah masa dimana sel telur dilepaskan dari ovarium. Pada masa ini, lapisan pelindung sel telur lebih tipis sehingga lebih mudah ditembus sperma. Mulut rahim memproduksi lebih banyak lendir untuk membantu proses pembuahan. Setiap wanita memiliki siklus haid yang berbeda, sehingga masa subur tiap wanita pun berbeda.

Berikut link artikel cara mengetahui masa ovulasi dan masa subur.
artikel cara mengetahui masa subur dan masa ovulasi


 
Memilih jenis kelamin (gender) bayi

Bayi laki laki:

Untuk mendapatkan bayi laki laki, dilakukan dengan mengupayakan sperma dengan kromosom Y sampai lebih dulu ke inti sel telur. Karena sperma dengan kromosom Y bersifat ringan, bergerak cepat dan masa hidupnya lebih singkat, maka ia akan mencapai sel telur lebih dahulu dibanding sperma dengan kromosom X. Upayakan pilih waktu berhubungan intim saat puncak masa subur. Di puncak masa subur, dinding sel telur lebih tipis, sehingga diharapkan lebih mudah ditembus oleh sperma dengan kromosom Y. Sel telur berdinding lebih tipis di saat puncak masa subur sampai dengan 2 hari setelahnya.

Dalam perjalanannya dari mulut rahim hingga mencapai tuba falopi (tempat sel telur menunggu dibuahi) ribuan sperma mati dan membuka jalan bagi sperma lainnya. Karena itu, kedalaman penetrasi dan posisi hubungan intim juga berperan untuk mengantarkan sperma masuk lebih jauh sehingga mengurangi jumlah sperma yang mati. Beberapa ahli berpendapat posisi “doggy style” adalah posisi yang memberikan penetrasi terdalam, maka untuk mendapatkan bayi laki laki, selain menentukan waktu berhubungan disarankan juga menggunakan posisi ini.

Bayi perempuan:

Untuk mendapatkan bayi perempuan, dilakukan dengan mengupayakan sperma dengan kromosom Y sudah lebih dulu mati, sehingga sperma dengan kromosom X bisa mencapai inti sel telur. Sperma dengan kromosom X bergerak lebih lambat dan masa hidupnya lebih panjang. Sperma dapat bertahan dalam tuba falopi hingga 7 hari sejak berhubungan intim. Sel telur siap dibuahi sejak pertama kali dilepaskan. Maka untuk mendapatkan bayi perempuan, upayakan berhubungan 5-3 hari sebelum puncak masa subur, saat dimana sperma dengan kromosom Y diperkirakan sudah lemah atau mati, sel telur dilepaskan sehingga memberikan peluang lebih besar bagi sperma dengan kromosom X mencapai inti sel telur. Waktu berhubungan yang baik lainnya adalah 5-8 hari setelah puncak masa subur, pada masa ini dinding sel telur sudah lebih tebal dan cairan mulut rahim (servik) sudah berkurang, sehingga lebih sulit bagi sperma untuk mencapai sel telur. Karena sperma dengan kromosom Y bergerak lebih cepat, maka ia akan bergerak lebih dulu namun mati sebelum mencapai inti sel telur sekaligus sebagai pembuka jalan bagi sperma dengan kromosom X untuk mencapai inti sel telur.

Mengupayakan mendapatkan bayi perempuan, kebalikan dengan mengupayakan mendapatkan bayi laki laki. Bila untuk mendapakan bayi laki laki diupayakan mengurangi jumlah sel sperma yang mati, untuk mendapatkan bayi perempuan diupayakan sperma kromosom Y tidak berhasil mencapai sel telur, sehingga meningkatkan peluang bagi sperma dengan kromosom X mencapai inti sel telur. Untuk itu, kedalaman penetrasi saat berhubungan intim diupayakan tidak maksimal. Selain menentukan waktu berhubungan badan, diupayakan juga menggunakan posisi “woman on top” dimana kedalaman penetrasi dapat dikurangi.

Semoga informasi yang wangibayi.blogspot.com sampaikan dapat bermanfaat dan membantu calon orang tua untuk mendapatkan bayi dengan jenis kelamin yang diharapkan. Keberhasilan program gender ini tentu tidak mutlak 100%. Anak adalah pemberian Yang Maha Pencipta, Ia pula yang pada akhirnya menentukan segalanya. Sekeras apapun usaha manusia, bila Yang Maha Pencipta sudah menentukan, maka tak ada yang bisa menolaknya. Sayangi dan syukurilah kehadiran sang buah hati apapun jenis kelaminnya.

Referensi:

1 comment:

  1. terima kasih, menarik sekali infonya :)

    ReplyDelete