Pages

New Posts

Recent Posts Widget

Thursday, July 23, 2015

Cara Menyusui yang Benar


Begitu banyak manfaat menyusui dan ASI bagi ibu dan anak membuat para ibu bersemangat untuk dapat memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI pada sang buah hati hingga berusia 2 tahun. Namun tak sedikit yang akhirnya menyerah di tengah jalan karena mengalami berbagai kendala menyusui termasuk lecet dan luka pada puting atau jumlah ASI yang tidak mencukupi. Pada kenyataannya hal ini tidak perlu terjadi bila saja ibu mengetahui cara menyusui yang benar dan teknik menyusui yang dapat terus meningkatkan jumlah ASI dan mencegah terjadinya lecet dan luka pada puting ibu. Berikut cara menyusui yang benar dari wangibayi.blogspot.com


Sebelum menyusui pastikan ibu dan bayi ada dalam di posisi yang nyaman dan aman. Pastikan ibu tidak mengantuk pada saat menyusui untuk mencegah tertidur saat menyusui yang dapat berakibat buruk pada bayi. Apabila menyusui di malam hari, usahakan ibu mencuci muka atau setidaknya menyeka wajah terlebih dahulu. Biasakan cuci tangan sebelum menyusui.

Cara Memasukkan Puting ke Mulut Bayi

Pastikan bayi dalam posisi nyaman,
Kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, tidak mendongak atau tertekuk.
Perah sedikit ASI dan oleskan pada puting.
Tempelkan puting ke pipi atau bibir bayi, ini untuk memancing naluri bayi membuka mulut dan menemukan puting.
Begitu mulut bayi terbuka, tarik bayi mendekat usahakan bibir bawahnya sampai ke payudara lebih dahulu.
Dengan jari membentuk gunting bantu seluruh areola masuk ke mulut bayi dengan menekan dan mendorong perlahan hingga bagian bibir bawah bayi terlipat keluar (dower) dan dagunya menempel ke payudara ibu.

Cara Menyusui yang Benar

Atur kembali posisi
Setelah puting masuk dengan benar atur kembali posisi ibu dan bayi senyaman mungkin.
Cek kembali perlekatan
Perlekatan yang benar ditandai dengan terdengar bunyi menelan dan tidak ada bunyi berdecak, ibu tidak kesakitan, dan bayi tenang. Perlekatan yang tidak benar menyebabkan bayi tidak tenang dan bernaluri menggigit untuk mempertahankan puting ibu tetap di mulutnya, untuk itu dekap bayi dengan baik dan sesekali tepuk lembut untuk menenangkannya.
Tekan bagian atas payudara ibu dan pastikan hidung bayi tidak tertutup
Bila hidung bayi tertutup ia akan merasa sesak dan berusaha melepaskan diri. Ini dapat membuat bayi malas menyusu. Dengan jari teluntuk dan tengah membentuk gunting, tekan bagian atas payudara ibu dengan telunjuk dan topang bagian bawah dengan jari tengah.
Susui bayi di satu payudara hingga kosong baru pindah ke sebelahnya
Bila bayi sudah kenyang sebelum payudara ibu kosong, lanjutkan mengosongkan payudara dengan memerah ASI untuk disimpan. Mengosongkan payudara baik dengan disusui ataupun dengan memerah akan memberikan sinyal pada tubuh bahwa kebutuhan ASI meningkat dan memerintah tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI. Hal ini memastikan stok ASI ibu tidak akan kurang. Bila dirasa produksi ASI menurun, kosongkan payudara tiap 2-3jam, maka produksi ASI akan meningkat dengan sendirinya.
Menyusuilah dengan berganti ganti payudara
jangan hanya menyusui di salah satunya saja karena dapat mengakibatkan ukurannya tidak seimbang dan ini sulit dikoreksi.

Cara Melepaskan Puting dari Mulut Bayi

Bayi yang kenyang akan melepas puting dengan sendirinya, namun terkadang bayi terlalu asik menyusu sampai pulas tertidur dan sudah nyaman dengan posisinya hingga menolak melepas puting. Bila ini terjadi, perlahan masukkan kelingking atau ibu jari ibu di kedalam mulut bayi, dan tarik puting keluar perlahan. Bayi akan melepas puting dan jari ibu dengan sendirinya dengan nyaman. Jangan menarik puting keluar dengan paksa atau terburu buru, karena ini akan membangkitkan naluri bayi untuk mempertahankannya dengan menggigit dan menarik yang dapat menyebabkan lecet dan luka. Bila sampai terjadi lecet atau luka, perah sedikit ASI dan oleskan di bagian yang terluka, ini lebih baik dan efektif dibandingkan salep ataupun obat lainnya. Pemberian ASI dapat terus diberikan dengan memastikan perlekatan bayi sudah benar. ASI dan air ludah bayi saat menyusui dapat membantu penyembuhan luka dan lecet pada puting.

Selalu sendawakan bayi dengan menyandarkan dadanya pada pundak ibu dalam posisi berdiri lalu tepuk perlahan punggung bayi hingga terdengar sendawa. Hal ini penting untuk mencegah bayi muntah dan atau cegukan. Pada saat menyusui, ASI terhisap bersama dengan udara, udara ini akan mendorong keluar dari saluran pencernaan bayi. Bila ia keluar pada saat posisi bayi tidak sedang berdiri dapat menyebabkan bayi muntah atau cegukan dan bisa menyebabkan bayi kembali lapar dan rewel. Karena itu penting untuk menyendawakan bayi setelah ia menyusu baik diberikan langsung ataupun melalui dot.

Posisi Menyusui

Ada empat posisi yang umum dalam menyusui, yaitu :
Cross cradle hold
posisi menyusui dimana kepala bayi menghadap langsung pada salah satu payudara ibu dan kaki bayi menghadap ke payudara lainnya, pada posisi ini ibu memegang payudara dari arah luar untuk memastikan keluarnya ASI
Cradle hold
posisi menyusui dimana kepala bayi menghadap langsung pada salah satu payudara ibu dan kaki bayi menghadap ke payudara lainnya, pada posisi ini ibu memegang payudara dari arah dalam untuk memastikan keluarnya ASI
Football clutch
posisi menyusui dimana  kaki bayi menghadap ke ketiak ibu dan ibu memegang payudara dari arah dalam
Lying down
posisi menyusui dimana kaki bayi menghadap ke ketiak ibu dan ibu memegang payudara dari arah dalam

Setelah beberapa waktu menyusui ibu dan bayi akan menemukan posisi yang paling cocok. Mengingat manfaat pemberian ASI bagi ibu dan bayi ibu hendaknya menyusui bayi secara eksklusif (hanya memberikan ASI saja tanpa tambahan apapun) sampai dengan usia 6 bulan, dan meneruskan pemberian ASI ditambah dengan makanan tambahan pendamping setelah bayi berusia 6 bulan hingga usia 2 tahun.


Referensi:







Post a Comment