Pages

New Posts

Recent Posts Widget

Monday, July 27, 2015

Tanda Hamil di Awal Kehamilan


tanda hamil di awal kehamilanMasa awal kehamilan seringkali terabaikan oleh mama dan tak terdeteksi dikarenakan kesibukan atau ketidaktahuan akan tanda hamil di masa kehamilan, padahal masa awal kehamilan adalah masa rawan yang membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus untuk memastikan janin dalam kandungan tetap berkembang dengan baik dan sehat. Dalam beberapa kasus sering kali pasangan suami istri masih bingung untuk membedakan tanda hamil muda dengan tanda akan datang menstruasi, hal ini bahkan menyebabkan terjadi keguguran tanpa mengetahui bahwa si ibu sedang hamil. Tubuh sebenarnya memberi tahu kehadiran sang buah hati dengan banyak tanda kehamilan yang ditunjukan oleh perubahan hormon pada tubuh ibu. Berikut tanda hamil di awal masa kehamilan yang sudah wangibayi.blogspot.com rangkum.


Telat haid
Haid adalah luluhan sel telur dan dinding rahim yang tidak mengalami pembuahan. Bila haid tidak terjadi di waktu yang seharusnya, berarti kemungkinan besar sel telur telah berhasil dibuahi dan sedang berkembang di rahim sang ibu. Ini adalah tanda hamil yang paling sering dijadikan patokan. Namun, bagi wanita dengan siklus haid yang tidak teratur, hal ini seringkali luput dari perhatian, sehingga dalam kondisi hamil ibu beraktivitas dengan tidak seharusnya  seperti olahraga berat, diet berlebih, mengkonsumsi obat atau makanan yang seharusny tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Ketidaktahuan ini dapat membahayakan janin.

Muncul bercak darah atau flek yang diikuti kram perut
Tanda hamil muda yang sering disalah artikan dengan menstruasi adalah munculnya bercak darah. Bercak darah ini muncul antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini disebabkan oleh implantasi (implantation bleeding) atau menempelnya embrio pada dinding rahim. Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut pada kondisi terjadinya kehamilan akan terjadi secara teratur. Dan kondisi kram perut ini, akan terus berlanjut sampai kehamilan trimester kedua, sampai letak uterus posisinya berada ditengah dan disangga oleh panggul.

Perubahan pada tubuh
Nyeri atau kesemutan di payudara adalah salah satu gejala kehamilan yang paling umum. Di awal kehamilan, payudara akan mengisi dan berubah bentuk karena mempersiapkan diri jika terjadi kehamilan, maka payudara akan membesar, hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Payudara pun bisa menjadi sangat lembut dan sensitif selama beberapa bulan. Namun perlu dicatat, menurut ahli laktasi, Teresa Pitman, tidak semua wanita mengalami perubahan ini, terutama jika mereka telah menggunakan pil KB. Beberapa daerah lain seperti bokong, paha dan dada serta lengan biasanya akan ikut mengalami pembengkakan.

Mual, muntah dan sering meludah.
Gejala ini identik dengan kehamilan trisemester pertama. Perubahan hormon (peningkatan HCG) akan menyebabkan wanita hamil merasa mual dan muntah di pagi hari dan bahkan di siang dan malam hari. Peningkatan hormon HCG ini menyebabkan efek pedih pada lapisan perut sehingga menimbulkan rasa mual. Biasanya rasa mual ini akan pergi memasuki trimester kedua kehamilan.

Sering buang air kecil dan sembelit
Ini disebabkan janin yang tumbuh di rahim menekan kandung kemih dan akibat adanya peningkatan sirkulasi darah. Selain itu kandung kemih lebih cepat dipenuhi oleh urine dan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Peningkatan rasa buang air kecil juga disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan. Walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai membatasinya atau menahannya. Selain itu hindarkan dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh. Seringnya buang air kecil ini terjadi pada awal kehamilan atau 1 minggu masa kehamilan dan akan berhenti pada minggu ke 12 lalu akan terjadi kembali saat perut mulai membesar pada kisaran minggu ke 28. Selain sering buang air kecil, sembelit juga menjadi salah satu tanda hamil di awal kehamilan. Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.

Pusing dan sakit kepala
Gangguan pusing dan sakit kepala yang sering dirasakan oleh ibu hamil diakibatkan oleh faktor fisik, antara lain rasa lelah, mual, lapar dan tekanan darah rendah. Sedangkan penyebab emosional yaitu adanya perasaan tegang dan depresi. Selain itu peningkatan pasokan darah ke seluruh tubuh juga bisa menyebabkan pusing saat ibu berubah posisi.

Mudah lelah dan mengantuk
Rasa lelah dan mengantuk pada ibu hamil selain disebabkan oleh perubahan hormonal, juga akibat kinerja dari beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru, semakin bertambah. Organ-organ vital ini tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Bahkan saat melakukan aktivitas kecil pun energi terasa tidak akan seperti biasanya. Bagi yang memiliki riwayat gangguan tekanan darah rendah, bahkan bisa sering pingsan karena mengalami kelelahan yang amat sangat. Hal ini harus diwaspadai supaya tidak membahayakan diri Anda. Pada dasarnya perubahan hormon ini akan meminta tubuh anda untuk beristirahat.

Penciuman lebih sensitif
Jangan kaget jika penciuman menjadi sangat sensitif terhadap bau-bau tertentu, sensitifitas pada indra penciuman ini bisa jadi adalah tanda hamil muda. Tiba-tiba ada bau-bau tertentu menjadi mengganggu karena tercium lebih menyengat dibanding biasanya. Namun ada juga yang tiba-tiba sangat menyukai bau-bau tertentu. Hal ini mungkin disebabkan karena perubahan hormonal pada masa awal kehamilan.

Gelisah
Ciri-ciri hamil lain yang bisa dirasakan adalah perasaan yang punya kekhawatiran yang tinggi. Tanpa alasan yang jelas menjadi mudah gelisah yang mengakibatkan rasa tidak nyaman bahkan stres. Bagi beberpa wanita bisa mengalami depresi, oleh karena itu peranan orang-orang terdekat sangat penting untuk menjaga kondisi non fisik di masa awal kehamilan ini.

Selera makan berubah
Para wanita hamil muda biasanya ingin mengkonsumsi makanan dengan rasa menyengat. Kebanyakan ingin yang terasa kecut/masam seperti mangga atau jambu. Namun tidak menutup kemungkinan berbagai jenis makanan juga terasa sangat ingin mencicipinya. Hal ini normal dan wajar terjadi sebagai akibat dari perubahan hormon. Tanpa alasan yang jelas, mendadak sangat menginginkan makanan tertentu, yang sebelumnya mungkin bukan merupakan makanan favorit. Atau sebaliknya, tiba-tiba tak tahan dengan makanan yang selama ini menjadi kegemaran.

Kenaikan suhu basal tubuh
Jika diteliti, suhu basal tubuh (suhu ketika baru bangun tidur di pagi hari) akan  meningkat hingga 1 derajat semenjak terjadinya konsepsi dan ini bisa berlangsung terus jika memang hamil. Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.

tanda hamil di awal kehamilanBila sebagian besar tanda hamil di awal kehamilan di atas sudah mama alami, sebaiknya bersiap melakukan pengecekan. Pengecekan bisa dilakukan dengan tespack yang mudah didapat di minimarket atau apotek atau langsung memeriksakan kandungan ke dokter kandungan atau bidan. Jangan menunda memastikan kehamilan, memastikan kehamilan penting untuk menjaga janin di dalam kandungan dan mencegah keguguran. Mama juga bisa mulai membatasi aktivitas dan mulai berpantang makanan.
Artikel Pantangan makanan bagi ibu hamil dapat dilihat di sini.

Referensi:







Post a Comment